0

6647 miles away.

maxresdefault (1)

Jakarta, 8 Oktober 2015

Untuk kekasihku

Rizky Ariasuryadi

Dalam perjalanan menembus batas negara menuju tanah biru Benua Eropa

Assalamualaikum wr.wb.

Mendadak dunia menjadi kian melambat, gemerisik angin meniup dedaunan menciptakan irama nya sendiri, mengalahkan sayup sayup terdengar gelak tawa pemuda-pemudi di sudut kampus. Kalau-kalau mendung hitam yang menggantung itu tak kuasa menahan air, pastilah hujan membuat bubar koloni koloni mahasiswa yang tengah sibuk membahas keraguan dan merangkai siasat dalam idealisme atau euforia.

Tak jauh dari tempat itu di sekitaran lembah kota, Bulan mengintip dari kejauhan saat dua hati menjadi kian dekat mendekat selama masih bisa dekat. Panas di pipi akan menjadi hal yang dirindukan kemudian. Jari-jariku terasa kaku tak mau lepas dari apit lengan mu kekasihku. Entahlah. Kau tahu? Jari-jari kaku kemudian menjadi hangat menggenggam pena. Ijinkanlah jari-jari itu terus menari diatas tuts keyboard tuk mengabadikan cerita menulis surat. Untukmu yang tersayang.

Naluri alami ku terbangkitkan. Sekarang aku tahu bagaimana halus perasaan seorang ibu. Aku selalu bertanya-tanya, dahulu, apa yang ada di pikiran nenekku ketika ditinggal anaknya pergi, rasa khawatir rasa, kasihan juga segala ragu-ragu.

Diawal pertama kau berpamitan kepadaku, ku sungguh mengerti. Aku sadar bahwa kau akan menjadi sangat jauh. Jarak dengan seenaknya saja memisahkan menyisakan rasa rindu. Dan akhirnya menyisakan rasa sedih. Juga kebencian yang mungkin saja lewat sekelebatan.

Namun tetap saja aku tak mengerti. Kecamuk kekhawatiran yang ku rasai. ^%&uu&%$@!@#$ $%%%%((&&^&*(()_))()))&^%%$#*))&#@%&*())(<>>:”?”::<>””*&^%$$$&*())))*&^%$$$%%%%((&&^&*(()_))()))&^%%$#*))&#@%&*())(*&^%$$$&*())))*&^%$%%((&&^&*(()_))()))&^%%$%<>>:”?”::<>””%((&&^&*(()_))()))&^>%%$%%((&&^&.^%%<>>:”?”::<>””$%%((&&^&*(()_))()))&^%%$%%((&&^&*(()_))()))&^%%$%%((&&^&*(()_))()))&^%%$%%((&&^&*(():”<>>:”?”::<>”””:::%$%%((&&^&*(()_))()))&^%%$%%((&&^&;’.,;’]]\\’@#$^&**.

Sampai akhirnya, kunikmati saja. Kurelakan dirimu pergi.

Meski, ku tak siap untuk merindu.

Ku tak siap tanpa dirimu.

Kuharap terbaik untukmu.

Aku sungguh berharap hijrah-mu menetaskan pelajaran sayang. Semoga banyak makna yang akan terjaring dalam setiap manis nya syukur maupun pahit nya ke-celeng-an yang ada di depan mata.

Maafkanlah isi suratku yang tak berarah ini. Maafkanlah. Entah bagaimana beginilah caraku merindumu, sayang. Aku mencintaimu, lelaki ku. Terima kasih telah mempercayakan hatimu untukku.

Wassalamualaikum wr. Wb.

Maharani Azizah

2

Edisi Tsyakep. (Sebuah Review Foto)

Sebagai homo socius, atau manusia sosial, pantasnya adalah saling berinteraksi antara satu orang dengan yang lain. Salah satu bentuk interaksi tersebut adalah mengapresiasi karya orang lain maupun diri sendiri. hohoho. Nah, salah satu bentuk apresiasinya adalah dengan me-review nya di blog berikut ini.

Dan kali ini, aku akan menampilkan foto yang sangat unik dimana modelnya adalah orang yang sangat populer di fakultas bahasa dan seni UNY. HMM kok jadi kayak endorse (?). Foto tersebut adalah . . .

Foto pertama (lensed by Budi Ayu Noviasari)

Foto pertama (lensed by Budi Ayu Noviasari)

Kalau dilihat sepintas, ekspresi bahagia yang terekam adalah daya tarik vital dalam foto ini. Momen nya pas, id card nya bercerita, dan fokusnya juga tepat (kemungkinan fotografer menggunakan manual focus. sebab, autofocus cenderung memroses fokus dengan lebih lambat dalam pencahayaan minim). Namun ada satu poin yang mungkin bisa dikoreksi lagi, (halo nov :p 😉 *kedipin novi*) foto yang diambil cenderung sedikit under-exposure. Mengapa? Gampangnya adalah, dalam wardrobe objek, kita menemukan warna putih yang ada di hasil foto tidak sama dengan warna putih pada objek aslinya, dan cenderung gelap. Selain dikarenakan pengaturan ISO, shutter speed, dan aperture yang kurang sesuai, hal ini bisa juga dikarenakan pencahayaan di lokasi yang minim. (on case : Padahal aperture/bidang fokus nya udah kecil, harusnya speed nya dilambatin gapapa.)

Foto kedua (lensed by Budi Ayu Noviasari)

Foto kedua (lensed by Budi Ayu Noviasari)

Kemudian mari kita bandingkan dengan foto ini. Dalam foto diatas bisa dikategorikan sebagai foto yang memiliki normal exposure karena warna foto terlihat sama dengan objek aslinya, tidak terlalu gelap maupun sebaliknya. Kalau biasanya main object yang menjadi daya tarik, justru dalam foto ini, background lah yang mampu bercerita mengenai kondisi GOR UNY, lokasi foto, saat itu. Momen yang kurang pas membuat objek utama menjadi “kurang bersuara” (asli candid sih).

ada behind the scene nya. (lensed by saeful mujahid)

ada behind the scene nya. (lensed by saeful mujahid)

Sekian review saya kali ini. Hehehe. Kalau ada salah dan kurang monggo di ekspresikan di kolom komentar. InsyaAllah pasti dibalas. Well, Postingan ini hanya didasari oleh rasa rindu padanya jeprat jepret belaka. Love you PDD Ospek FBS 2015.Good Job.

Love,

Mada cantik.

0

Perjalanan Menuju Langit

Terima kasih Nurfadli Mursyid untuk karya visual pendukung yang begitu indah.

Terima kasih Nurfadli Mursyid untuk karya visual pendukung yang begitu indah.

Pada akhirnya, rindu ini kutulis saja . Biar abadi tak terkoyak fana. Bersama riuh rendahnya kicau manusia malam. kucoba berdamai dengan kesunyianku sendiri.

Kita pernah berjanji, berjalan beriringan menuju langit. Bergandengan tangan dan menguat saling terkait. Serta Memandang jauh dalam bias horizon. Kemudian terbang bersama menjemput cita dan mimpi. Saat itu, kita pun setuju.  Meski sendiri itu bisa lebih cepat, Menapak lebih jauh berdua denganmu menjanjikan keindahan.

Aku merindu.

Kini.

Jarak dengan seenaknya memutus perkara. Menghakimi pesakitan tertelan kerinduan. Juga menjadi pemecah debur mega perasaan yang sempat terlewatkan. Oh pemadiku sayang.

Semoga suatu saat kita akan mengerti ,seperti yang tidak kita pahami sekarang, arti segala memori manis getir perjalanan. Menuju langit. Menjemput cita dan mimpi.

0

Semarak Tujuh Belasan di Dusun Santren yang telah lama ditunggu.

Dirgahayu RI

Saat kita ingat kembali selebrasi tujuhbelasan beberapa tahun yang lalu, yang bertepatan dengan bulan ramadhan, kita tidak menemukan lomba-lomba khas agustusan seperti lomba makan kerupuk, balap karung, kepruk kendhil, memasukkan pensil dalam botol dan lain-lain. Sebagai gantinya, di setiap sudut kampung di sebagian besar wilayah nusantara, turut menyemarakkan dengan memasang berbagai dekorasi seperti bendera dan lampu warna warni. Ada juga yang mengadakan acara dengan nuansa ramadhan. Di Dusun Santren, Desa Cangkringrandu Kecamatan Perak Kabupaten Jombang ini misalnya, karang taruna FORKRES pun menyiasati dengan mengadakan takbir keliling dengan berbagai doorprize yang menarik. Menggabungkan perayaan tujuh belasan dan momen ramadhan menjadi alasan utama diadakannya takbir keliling yang sudah terhelat sejak 2010 lalu.

Di tahun ini rupanya ada perubahan, setelah sukses menggelar takbir keliling 2015, warga Dusun santren kembali diajak untuk memeriahkan peringatan hari proklamasi negeri ini dengan berbagai lomba khas tujuh belasan.

Jalan Sehat Semangat Kemerdekaan menjadi agenda pembuka. Jalan sehat digelar sehari sebelum agenda utama. Warga semakin antusias dengan adanya pembagian sembako dr CSR pabrik karung di sekitar an dusun santren. Ribuan kilogram Beras dibagi dalam karung masing-masing seberat 10 kg. Kemudian paket beras tersebut disebar pada 120 rumah di Dusun Santren.

Tepat tanggal 17 Agustus, lomba dihelat di perempatan santren kidul dengan dibagi menjadi dua kategori, yaitu lomba anak-anak di pagi hari dan lomba ibu-ibu di sore hari nya. Acara berlangsung meriah diiringi lagu kemerdekaan yang menggugah semangat para warga.

Panitia sempat dibingungkan dengan adanya anak dr dusun lain yang ingin turut memeriahkan lomba. Anak tersebut ber alibi kalau dia adalah warga dusun santren, walaupun pada kenyataaannya keluarga nya tidak terdata oleh Ketua RT.

Penasaran dengan semarak 17 an di Dusun Santren? Mari kita simak momen-momen yang sempat terabadikan berikut ini.

Continue reading

0

FunDiklat EFF 2015 – #bukankameragw

Fundiklat eff

“When words become unclear, I shall focus with photographs. When images become inadequate, I shall be content with silence.”

Dalam Kepingan Lain kali ini, cerita nya aku bakalan share ke kalian, para pengemar, beberapa foto yang terekam olehku pada saat acara FunDiklat Panitia EFF 2015 hari minggu (9/07) lalu. Berbeda dengan yang sudah-sudah, kali ini aku menjajal kamera Canon EOS 600D milik salah satu adik kelas yang terbujuk oleh rayuanku. hehehe. Langsung saja… Check this out !

*nb bakalan ada update postingan ini lagi karena ada beberapa yang diambil dr kamera hp juga. tapi msh belum syempeth buat bkin grid nya. huehehe. tunggu aja yaaa.

Panitia English For freshman Gedung Lab Musik FBS UNY baihaqi adi utama

“If your photos aren’t good enough, then you’re not close enough” – Robert Capa

“If your photos aren’t good enough, then you’re not close enough” – Robert Capa

#design #kaos #rejiv #aktor #emac

#design #kaos #rejiv #aktor #emac

Background pun punya cerita

Background pun punya cerita

Sementara itu...

Sementara itu…

Panitia English For Freshman

#histjogja #hitsbantul #hitsungaran

#histjogja #hitsbantul #hitsungaran

Senam Tyas Agung Pamungkas

Karena heboh sendiri kurang asyik.

Karena heboh sendiri kurang asyik.

halo dek!

halo dek!

2

Sempu Island – Let’s get lost

Sempu Island - MainMada

Salah satu trending topic yang akan diangkat dalam pelajaran bahasa di sekolah-sekolah saat akan memulai tahun ajaran baru adalah tentang “My Holiday”. Buatku, berjalan-jalan ke tempat wisata selalu membuat adrenalinku terbangkit. Sebenarnya ada beberapa alternatif tempat wisata di daerahku, jombang jawa timur seperti kedung cinet di desa plandaan, air terjun pangajaran di wonosalam, maupun taman kebonrojo dan kebonratu. Sayangnya, jombang tidak mempunyai pantai apalagi pelabuhan, mengingat lokasi geografisnya yg terletak di tengah pulau.

Oleh sebab itu, akhirnya kuputuskan untuk menjelajah malang selatan untuk mengeksplorasi pantai sendang biru serta pulau sempu yang berjarak 15-20 menit perjalanan dengan kapal nelayan.

Sebelum membahas tentang pantai sendang biru dan eksotika pulau sempu, Gugus pantai di malang selatan dapat dibilang cukup berbeda apabila dibandingkan  dengan yogyakarta, tanah rantau tempat aku ngluru ilmu. Pasalnya di malang, ada beberapa pulau pulau kecil di seberang pantai yang dapat memecah ombak besar dari samudra hindia, sehingga arus ombaknya terbilang cukup tenang. Di sosial media, malang selatan sudah terkenal dengan deretan pantai pasir putihnya. Mulai dari pantai yang sudah sangat ramai sampai yang jarang terjamah pelancong. Sebut saja, Pantai Balekambang, Pantai goa cina, Pantai Ngliyep, Pantai Bajul mati dan Pantai sendang biru.

Peta Pantai Sendang biru goa cina sempu

Pantai sendang biru terletak di Sumbermanjing, Malang Selatan. Waktu yang ditempuh untuk menuju pantai tersebut sangatlah amat panjang fellas, juga serta beberapa titik rawan longsor. Dari start daerah terminal Arjosari, kami membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Rasa pusing dan mual pun tak terhindarkan mengingat jalur yang berliku, satu-satu nya jalur untuk mencapai Sumbermanjing. Sesampainya disana kami mampir ke rumah Bu Mamik, salah satu penduduk lokal kenalan kami.

Setelah parkir mobil, kami berbincang sebentar untuk memulihkan badan yang sedikit mual. Tasnim, sepupuku, girang sekali kala menemukan ayunan di pelataran rumah bu Mamik.

Ditemani teh manis hangat, bu Mamik menceritakan sejarah penamaan pantai sendang biru. Dahulu, di bukit kecil dekat pantai, muncul sumber mata air (dalam bhs jawa disebut Sendang) yang cukup banyak. Sangking banyaknya, air tersebut sampai berwarna hijau. Kemudian muncul istilah Sendang Biru karena sebagian besar penduduk tersebut merupakan peranakan madura, yang menyebut hijau dengan istilah “biru daun” jadi terbentuklah nama Sendang Biru.

Usai berbincang dan dibekali beberapa ekor ikan untuk dibakar di pulau, kami pun bersiap-siap dengan mengganti pakaian kami dan segera berjalan kaki mendekati bibir pantai. Dan ups. Ternyata tidak ada pantainya fellas. Sendang biru lebih mirip dengan pelabuhan tinimbang pantai landai yang ada dalam pikiranku.

Lebih mirip pelabuhan kan?

Lebih mirip pelabuhan kan?

Rombongan tante-tante dan om om muda beraksi.

Rombongan tante-tante dan om om muda beraksi.

Kapal Nelayan Indonesia

Sesampainya disana kami pun tak henti hentinya mengagumi kekayaan indonesia ini. Adek-adekku yang kecil-kecil pun sangat antusias bermain pasir maupun air disana.

5

Sementara itu, para om mencari kayu dan bersiap-siap untuk membakar ikan yang telah diberikan bu mamik tadi.

6

Terus lu ngapain da? Jawabannya adalah diving dong. Heuheu. *macak profesional diver* padahal baru pertama kali make yang namanya sepatu katak dan kaca mata selam. Seru juga sih nyoba ngambang nikmatin bawah laut. Gak ada karang yang terlihat sih, pasalnya aku gak berani terlalu jauh dari bibir pantai sih. wkwk. FYI nih, walaupun jarak antara pulau sempu dan pulau jawa yang lumayan dekat (15-20menit perjalan kapal), tapi ternyata terdapat palung laut di dalamnya. Jadi arus kencang nya malah arus bawah, jadi tetap siaga dan waspada ya guys.

Konsultasi dulu bos. heuheu

Konsultasi dulu bos. heuheu

Ahmada K Fatih

Setelah asyik bermain air, kami pun melahap ikan tuna bakar hasil karya om ku 😉 karena laper dan gak ada makanan lain akhirnya ikan tersebut habis dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. (sangking asyiknya makan, aku gak sempat medokumentasikannya. heuheu.) Setelah puas bermain-main dan bercanda, kami pun menelepon pemilik kapal yang tadi telah mengantar kami untuk kembali ke pelabuhan.

Bagi para pelancong yang ingin camping di dalam pulau sempu, sebenarnya ada spot menarik fellas. Namanya Segara Anakan. Camping ground tersebut menghadap semacam danau tembusan dari samudra hindia. Jadi arus nya pun tenang menenangkan. Sayang sekali untuk kesempatan kali ini aku gak sempat mendirikan tenda disana mengingat banyak adik adik kecil yang turut serta. FYI buat para pelancong yang berniat kemping disana kapal nelayan akan melayani penyeberangan maksimal jam 5 sore dan mulai beroperasi lagi jam 7 pagu keesokan harinya. Buat yang penasaran dengan segara anakan, putar video yang dilansir http://www.indonesiakaya.com/ berikut ini.

10

Ps.

Biaya sewa kapal : Rp 130.000 untuk pulang pergi (jangan lupa mnta nomor telepon untuk memastikan kamu bisa kembali ke pelabuhan)

Tiket masuk : Rp 10.000 per orang (harga libur lebaran, kalau bukan musim liburan Rp 7.000 bisa dapat)

0

Nonton – Sebuah Cerpen

first published at http://supermadaa.blogspot.com/2015/06/cerpen-nonton.html

Senja itu, aku pulang masih dengan pakaian dan dandanan yang sama semenjak masuk kelas kuliah jam 7 pagi. Hari yang melelahkan seperti biasanya dengan segala aktivitas kampus, mulai dari kerja kelompok membuat video company visit di kampung wisata prawirotaman, mengunjungi restoran tata boga untuk praktek table-manner, hingga, agenda rapat rutin festival anniversary hima. Kusingsingkan sedikit blus panjang ku untuk melihat pukul berapa saat itu. Jam 16.30,

Aku menaiki tangga curam nan terjal kos yang tetap setia bersamaku dua tahun belakangan. Masih saja kupajang bunga plastik pemberian seorang bribikan teman sewaktu kami upgrading di depan pintu kosan, menemani segala gala stiker agenda event yang saling tindih disana. Yah mungkin aku terlalu senang ada di kampus ini. Banyak sekali agenda yang membuatku tergerak mengikutinya.

Kubuka pintu kosan dengan sedikit terburu. Aku sudah tidak sabar menghempaskan tubuh lelah ini diatas kasur 2×0,9m. Sedetik kemudian, Aku merasa asing dengan kamar kosan yang rapih. Tanpa selimut yang berantakan, mukena dan sajadah yang dibiarkan tergeletak, kabel charger laptop, tablet, hape, serta headphone yang saling bertautan, dan juga lembaran-lembaran hvs yang berisi sket desain. Namun kali ini berbeda. Semua telah tertata rapi. Aku bahkan lupa kalau pagi tadi sudah sempat aku bereskan. Tak seperti biasanya.

Bisa jadi alasannya disebabkan oleh pergantian statusku akhir-akhir ini yang sekarang telah berpunya. Sudah ndak suwung. Orang memang gampang berubah ketika jatuh cinta, tertusuk panah asmara, ketandan asmoro, gandrung, atau apalah itu namanya. Rasanya letih badan sudah terkesampingkan dengan perasaan senang akan bertemu dengan mamas malam ini. Gak usah dijelaskan to mamas itu siapa? Kan sudah jelas dr root word nya -> mas mas. hehehe.

Setelah menanggalkan hijab dan berganti baju rumah kosan, kemudian aku membuka-buka lemari untuk mematut diri mencari baju yang pas. Hari ini mamas dan aku berencana nonton film di bioskop bukan di warnet. Aku mengira-ngira baju seperti apa yang bakal dipakai mamas. Gak lucu banget kalo nantinya salah kostum. Bisa gak konsen dan gak mood semalaman. Mamas orangnya easygoing. Biasanya dia akan memakai jeans, t-shirt dan jaket. Topi yang biasanya dipakai ketika acara kampus jelas bakal ditinggalkan. Ngapain ke bioskop pake topi -_-. Terus, sepatu atau sandal? Biasanya sih pake sandal selop. Aku pake sepatu aja deh. Oke, t-shirt, cardigan, jeans, juga sepatu kets sudah ditangan. Tinggal mandi dan nunggu bbm mamas. “ aku sudah di depan.”

*** (^.^) ***

NONTON - Sebuah Cerpen

Setelah film selesai diputar, kami menunggu antrian penonton keluar dulu di tempat duduk paling atas. Baris A di sisi agak kanan. Sempet sebel juga karena gak bisa memilih bangku favorit baris tengah sisi kiri.

Setelah dipikir-pikir, bioskop ini lain daripada yang lain. Yang diputar bukan lah film-film baru yang tengah box office. Melainkan film-film jaman dulu yang pernah meraih berbagai penghargaan. Mencurigakan. Sebut saja film The Forest Gump, Dead Poets Society, The Dallas Buyers Club, PK, Great Gatsby, The Blind Side, Pride and Prejudice, dan beberapa film dalam negeri seperti Bahwa Cinta itu Ada, Tenggelamnya kapal van der wijk, dan Opera Jawa. Iya emang aneh kok.

Tak lama setelah menunggu, kami pun keluar. Aku izin mamas pergi ke kamar kecil sebentar sesaat setelah keluar. Kulirik Mamas kemudian duduk di lorong bioskop.

Keluar dari toilet, aku mendapati mamas tengah mengobrol dengan kawan-kawan se-fakultas. Ada beberapa yang merupakan anggota dari geng ajaib mamas. Kebanyakan sih ku kenali. Namun, ada beberapa wajah yang bisa jadi pacar-pacar mereka, yang belum ku kenal.

“ Hey mas! Abis nonton apa?” seseorang menepuk pundakku dari belakang.

Rupanya Lucy, teman sekosanku yang baru saja mengagetkanku.

“Duh, cy, kamu itu ya. Mbok jangan manggil mas. Nama ku kan bagus toh. Mashita. Kan bisa sita, cita, cita citata atau apa kek gitu?” protesku.

Lucy tertawa. “Hahaha, ya elu sih namanya mashita. Kan gampang nya ya mas aja gitu”

“udah lah udah. Eh, lucy mau nonton apa pulang nonton nih?” tanya mamas sambil mengusap usap rambutku.

“Mau nonton nih mas hehehe.” jawab lucy.

“Kuroooooooooooo, lu masih di dalem kan???” tiba-tiba lucy teriak kenceng banget. Manggil temen kos ku yang lain.

Ini orang lagi telat obat apa ya, di bioskop teriak-teriak sama orang yang ada di dalem. Sumpah sarap. Dasar kelakuan.

“Iyaak, nyong masih di dalem” suara khas ngapak kuro terdengar sampai keluar. Tak kalah kerasnya dengan lucy.

*** (-___-) ***

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Terdengar suara alarm dari telepon seluler disamping bantal. Aku terbangun dari tidur. Aku beranjak duduk. Kemudian….

“Lucy !!!!!!!! Lo udah ngerusak mimpi indah kuuuuuu” umpat ku sambil membuka pintu menghampiri lucy yang tengah duduk di ambang tangga.

“Yailah, lu sih, udah siang masih molor aja. Mentang-mentang liburan” balas lucy tak kalah nyaring.

Jadi, teriakan lucy tadi itu karena ia penasaran dengan kamar kuro yang tertutup rapat semenjak pagi. Bukan menanyakan apakah dia sudah berada di dalam ruang bioskop.

Jadi yang baru aja terjadi, 700 kata terbuang sia-sia hanya menceritakan tentang mimpi. Maya, fana, gak nyata?

Antara sedih, senang, gemas campur jadi satu. Hasilnya? Aku hanya menertawakan diriku sendiri bersama kekonyolan dan imajinasi bersama mamas. Yang sejatinya hanyalah teman-rasa-pacaran ku.